Add title Mengenal Pengembangan Web E Commerce

Mengenal Pengembangan Web E Commerce – Pemrograman web, juga dikenal sebagai pengembangan web, adalah pembuatan aplikasi web yang dinamis atau melalui mekanisme yang dipilih berdasarkan preferensi pribadi. Contoh aplikasi web adalah situs jejaring sosial seperti Facebook atau situs e-commerce seperti Amazon. Kabar bagusnya, belajar pengembangan web ternyata tidak terlalu sulit. Kabar buruknya, tidak semua orang ingin sabar mencoding, bahkan para ahli dan jago coding pun bisa menganggap bahwa coding itu menjemukan, karena hanya melihat kode-kode biner dan dan bahasa pemrograman. Akan tetapi, bagi yang kecanduan “mengubah bentuk”, mengcoding pengembangan web bisa sangatt menyenangkan.

Bahkan, banyak yang berpendapat coding terbaik adalah yang paling gampang untuk dipelajari para pemula. Mudah diatur, langsung mendapatkan hasil instan, dan ada banyak pelatihan online yang menyediakan solusi saat ada yang dibutuhkan dengan segera. So. banyak orang belajar coding web karena mereka ingin membuat laman e commerce pribadi, atau sekedar ingin punya hobby customisasi, atau cari kerjaan di industri ini. Apapun alasannya, semua didukung, bahkan jika hanya ingin pengenalan umum tentang coding, karena sangat memang mudah untuk memulai coding. Tidak masalah apakah alasan cari karier atau hanya ingin belajar coding, atau cari tahu cara mengembangkan web, tahu dahulu, kenal dahulu, biasanya yang sudah tahu dan sudah kenal, tidak akan pernah mau berhenti.

Ikhtisar Pengembangan Web
Ada dua pembagian pengembangan web – pertama pengembangan front-end (juga disebut pengembangan sisi klien) dan pengembangan back-end (juga disebut pengembangan sisi server).

Pengembangan front-end mengacu pada membangun apa yang dilihat pengguna ketika mereka memuat aplikasi web – konten, desain, dan bagaimana berinteraksi dengannya. Pengembangan jenis ini dibuat dengan bahasa coding – HTML, CSS dan JavaScript.

HTML, singkatan dari Hyper Text Markup Language, adalah kode khusus untuk mengubah kode nya menjadi halaman web. Setiap halaman web di internet ditulis dalam bahasa HTML, dan itu akan membentuk tulang punggung aplikasi web apa pun. CSS, singkatan dari Cascading Style Sheets, adalah kode untuk menetapkan aturan gaya untuk tampilan halaman web. CSS menangani sisi kosmetik web. Dan akhirnya, JavaScript adalah bahasa skrip yang banyak digunakan oleh perusahaan untuk menambah fungsionalitas dan interaktivitas ke halaman situs judi slot online anda, seperti tautan, video dst.
Pengembangan back-end mengontrol apa yang terjadi di balik layar aplikasi web. Suatu back-end sering menggunakan database untuk menghasilkan front-end.

Ambil contoh, masuk ke akun Facebook, dan akan disambut dengan pembaruan terbaru di news feed. Artinya tidak akan menjadi pembaruan yang sama seperti yang di lihat kemarin. Bagaimana perubahan halaman itu terjadi? Apakah karyawan Facebook secara manual mengedit halaman untuk memperbarui umpan berita? Tentu saja tidak. Tapi lewat sebuah skrip di back-end Facebook yang akan menerima pembaruan, dan membuat ulang front-end yang sesuai.

Skrip back-end ditulis dalam banyak bahasa dan kerangka kerja coding yang berbeda, seperti, Ruby on Rails, PHP, .NET, ASP, Java, Perl, Python, atau Node.js

Cara tradisional untuk mempelajari pembuatan web adalah dengan mendaftar di universitas atau kursus e commerce. Namun, biayanya mahal – dan terlebih lagi, web berevolusi sangat cepat sehingga sekolah seringkali tidak dapat mengikuti perkembangan zaman. Untungnya, ada banyak pelatihan coding berkualitas unggul yang tersedia di Internet. Atau andalan sejuta ummat: youtube. Pada akhirnya, membuat web eCommerce yang berkualitas, jika Anda mau tau, hanya masalah waktu.

Apa Itu Coding Dalam Pengembangan e Commerce
Artikel Coding e-commerce

Apa Itu Coding Dalam Pengembangan e Commerce

Apa Itu Coding Dalam Pengembangan e Commerce – Di mana-mana kita mendengar istilah coding, kadangkala tersela saat membaca beberapa judul artikel di web tentang game atau komputer. Apa itu coding persisnya, apakah semacam kode pembelajaran? sandi? Lalu bagaimana menerapakannya. Jawabannya sebenarnya tidak panjang. Coding inilah yang memungkinkan Anda bisa membuat perangkat lunak komputer, aplikasi, dan situs web. Jadi. Apa yang ad di Browser, OS, aplikasi di ponsel, Facebook, dan semua situs web – semuanya dibuat dengan kode yang dicoding.

Berikut adalah contoh kode sederhana, yang ditulis dalam bahasa Python:

Print ‘Hello, world!’

Banyak tutorial coding menggunakan perintah itu sebagai contoh pertama, karena ini adalah salah satu contoh kode paling sederhana yang dapat dibuat- itu ‘print’ (menampilkan) teks ‘Hello World!’ di layar.

Secara garis besar, penggunaan bahasa coding sama saja dengan bahasa manusia. Artinya, setiap bahasa memiliki tujuan, begitu juga bahasa coding – beberapa tujuan, jelas untuk pembuatan web, yang lain untuk pengembangan aplikasi, yang lain untuk software perangkat lunak desktop, game, apikasi, peta, dst. Perlu diketahui bahwa pengembangan web adalah bentuk permulaan belajar coding yang ideal, karena seseorang akan mendapatkan gambaran lengkapnya. Dari sana juga orang bisa mengembangkan desain web dan sejenisnya.

Lalu bagaimana jika kita buat web untuk e-commerce? Sama saja. Di era teknologi yang terus tumbuh dengan kecepatan tinggi, kebutuhan programmer untuk membangun perangkat lunak dan situs web sangat besar. Begitupula pertumbuhan e commerce. Kali ini makin ditopang oleh pemasaran online dengan web yang mestinya lebih memudahkan interaksi antara pembeli dan penjual.

Di sinilah, Anda perlu dan ingin mendesain dan membangun situs web e-commerce kustom sendiri atau merasa percaya diri bisa membuat perubahan atau kustomisasi pada situs Anda, sehingga dalam hal ini pengetahuan coding jelas sangat penting. Alih-alih menginvestasikan uang demi sertifikat di tempat kursus dalam kampus banyak yang belajar tutorialnya lewat internet. Tapi sebelumnya pahami bahasa-bahasa berikut ini :

HTML & CSS: Anda tidak dapat memiliki situs web judi online tanpa HTML. Ini adalah dasar dari setiap halaman web taruhan bola. Pikirkan dua bahasa ini sebagai berikut: HTML membuat halaman judi muncul, dan CSS menjadi lebih cantik.

JavaScript: Javascript (JS) adalah bahasa pemrograman yang membuat situs web yang interaktif. Misalnya, objek pada halaman web bergerak saat Anda mengeser ke bawah halaman. Cara hebat lain yang digunakan adalah memvalidasi informasi – pikirkan alamat atau nomor telepon. Kemungkinan dengan JavaScript tidak terbatas!

JQuery: JQuery adalah perpustakaan fungsi JavaScript yang sudah jadi. Yang membuatnya atau memudahkan pengembang untuk menggabungkan JavaScript tanpa menulis kode dari awal.

PHP : barangkali adalah salah satu bahasa pemrograman paling populer di luar sana dan mengambil hampir 80% pangsa pasar untuk situs web, termasuk WordPress dan Magento. Mempelajari bahasa ini akan membantu Anda menangani banyak situs e-commerce di luar sana.

Python: Bahasa pemrograman ini sedikit lebih mudah dibaca dan dipahami daripada beberapa bahasa pemrograman lain di luar sana. Tidak mengambil kode banyak-banyak namun lebih memberdayakan beberapa situs web terkenal seperti Shopify dan Instagram.

Apa satu hal yang akan Anda tambahkan ke situs web jika Anda tahu cara membangunnya? Pertanyaan itu tentunya sangat penting, maka dari itu Anda harus mencari lebih lanjut, tentang pengembangan web e-commerce, namun sebelumnya kuasai dahulu daftar bahasa di atas.

4 Bahasa Coding Untuk Mendesain Web eCommerce
Artikel Coding e-commerce Webiste

4 Bahasa Coding Untuk Mendesain Web eCommerce

4 Bahasa Coding Untuk Mendesain Web eCommerce – eCommerce telah berevolusi secara signifikan selama sedekade terakhir dan diperkirakan akan mencapai jumlah penjualan ritel dalam e-commerce sebesar $ 4 triliun pada tahun 2020, menurut IBM, jumlah tersebut boleh jadi dikoreksi karena adanya pandemi virus corona, tetap di masa normal perkembangan e commerce tetap sangat tinggi.

Oleh karena itulah, website menjadi senjata utama dari e commerce. Walau begitu, tidak semua pedagang mampu membuat website, apabila dibuatkan mereka pun kadang mengantri, karena terlalu sedikit pengembang web pro dibandingkan dengan jumlah bisnis yang dilayani. Oleh karena itulah ada ide untuk membuat desain web sendiri.

Sejatinya, ada banyak Sistem Manajemen Konten (CMS), plugin yang tersedia secara bebas bagi siapapun untuk mengatur keberadaan ritel onlinenya masing-masing. Namun pada akhirnya, semuanya akan tergantung pada keahlian, kreatifitas, dan pada tingkat tertentu trik dan solusi agar web memudahkan penjualan.

Jika tidak memiliki keterampilan coding apa pun dan tetap ingin mengoperasikan toko online yang relatif kecil, maka hosting WordPress, WooCommerce, dan Shopify adalah pilihan yang bagus. Selain itu, Magento juga jadi platform terbaik bagi mereka yang menginginkan lebih banyak kebebasan untuk menyesuaikan tampilan toko nya. Dengan solusi kunci ini sejatinya tidak perlu menulis satu baris kode pun.

Tetapi jika bisnis yang Anda punya memiliki sumber daya yang cukup untuk menyewa pengembang yang berpengalaman, maka kita tidak harus memilih bahasa pemrograman yang sesuai untuk proyek pengembangan eCommerce, karena para profesional itulah yang memilihkan. Tapi jika tidak, kenali juga bahasa coding di bawah ini.

Setiap bahasa coding akan memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri, sehingga pilihan pada akhirnya akan jatuh ke persyaratan proyek dan keahlian pemrograman yang tersedia. Berikut adalah beberapa bahasa dan teknologi pemrograman yang paling cocok untuk membangun solusi eCommerce yang sangat menarik.

1. Java Java adalah bahasa pemrograman berbasis kelas berorientasi objek populer yang digunakan untuk membangun situs web eCommerce. Itu juga dilengkapi dengan alat yang kuat untuk membuat pengembang lebih produktif. Karena toko online akan dibuat dengan Java, bahasa nya sangat fleksibel, ia akan bekerja dengan baik pada semua jenis browser. Java juga sangat kuat dalam hal debugging dan itu akan sangat penting bagi bisnis online di dunia nyata.

2. JavaScript : Begitu JavaScript muncul ke “dunia persilatan” tidak butuh waktu lama untuk menjadi pilihan popular. Dengan alat coding ini, orang dapat dengan mudah membangun toko eCommerce interaktif yang berfungsi di hampir semua browser web. Bahasa ini juga memungkinkan membuat situs web dengan sangat cepat dan memberi pengguna akhir pengalaman yang lebih baik (UX). JavaScript dapat digunakan untuk pengembangan front-end dan back-end dan dilengkapi dengan beragam perpustakaan dan modul untuk setiap fitur.

3. PHP : Untuk pengembangan eCommerce, PHP adalah bahasa pemrograman yang paling banyak diadopsi. Bahasa yang sangat skalabel, fungsional, dan berorientasi objek. Namun, gaya codingnya berbeda, jadi mungkin perlu beberapa waktu bagi siapapun untuk terbiasa dengannya. Contoh yang bagus dari platform eCommerce utama yang dibangun dengan PHP adalah Magento.

4. Python : adalah bahasa pemrograman populer lainnya yang sangat efisien dengan tingkat keterbacaan yang ditingkatkan. Akibatnya, banyak pengembang cenderung memilih opsi ini. Bahasa pemrograman ini mudah dipelajari dan mengubah pengembangan seolah sedang berjalan-jalan di taman.

Sebelum E Commerce, Mengapa Mempelajari Coding?
Uncategorized

Sebelum E Commerce, Mengapa Mempelajari Coding?

Bukan lagi bahasa Inggris, China, atau Jepang yang menentukan kesigapan kita di era globalisasi, mempelajari bahasa komputer juga tidak kalah pentingnya. Belajar bahasa komputer atau mengcoding akan memberdayakan siapapun untuk melakukan banyak hal yang seharusnya tidak dapat dilakukan sebelumnya. Hal-hal ini termasuk membuat situs web sendiri, menjadi pembuat kode karier atau bahkan memulai bisnis teknologi. Yang paling penting, bisa jadi geek. Geek di sini bukan kutu buku, tapi sejenis manusia keren yang bisa mengoptimalkan teknologi untuk jadi yang paling survive, jadi geek adalah memahami teknologi yang membentuk dunia saat ini.

Anda pasti pernah mendengar atau membaca di suatu tempat desas desus perlunya orang belajar coding, sampai-sampai ada sekolah online asal Jepang yang merambah di Indonesia segala. Nah, mereka menyebarkan desas-desus itu karena suatu alasan. Yakni agar anak bangsa kita tidak jadi pemakai saja, melainkan juga aktif menjemput masa depan yang di perkirakan akan jadi pasar pengkodingan.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat manfaat coding untuk memberdayakan orang perorang.

  1. Buat Situs Web Sendiri
    Dunia telah berubah sejak 1991, ketika World Wide Web pertama kali muncul. Web telah mengambil alih kehidupan kita dan tidak menunjukkan tanda berhenti. Siapa yang tahu ke mana web akan membawa kita di masa depan? Mungkin dalam 10 tahun mendatang setiap orang akan memiliki situs web sendiri, mewakili semua kepentingan kita di dunia nyata, maka dari itu ngga ngeweb itu sama dengan ga eksis.
  2. Jualan
    eCommerce. Anda memiliki bisnis, maka kehadiran bisnis itu di web adalah mutlak suatu keharusan. Jika tidak, ketinggalan jauh dari pesaing terdekat. Tentu saja, kemampuan untuk membuat dan memelihara situs web sangat terbatas kecuali Anda mempelajari kode HTML dan CSS, kode yang digunakan semua situs web, yang pada akhirnya mengcoding-coding juga.
  3. Start Up
    Katakanlah Anda punya ide untuk membuat suatu produk perangkat lunak atau bisnis web. ingin membuat sejenis Facebook berikutnya. Tapi kekurangan uang tunai, walau begitu ingin menyewa tim coders sendiri, maka itu ibarat ke kantor polisi mengaku sebagai seorang komisaris jenderal bareskrim, padahal Anda hanya sekian dari statistik pengangguran terselubung, mustahil gan. Jadi pilih yang sederhana saja, sederhana dan aman, belajar kode dan membuat produk koding sendiri.

Mengcoding adalah jalan yang dipilih oleh banyak wirausahawan pada akhirnya. Mereka memulai nya dengan hampir tidak memiliki pengetahuan coding sezarah pun, tapi belajar dari nol, hingga bisa dan akhirnya mampu membangun bisnis kecil mereka sendiri. Ambil contoh, Nick D’Aloisio terkenal menjual aplikasi iPhone-nya, Summly, ke Yahoo! untuk $ 30 juta, tadinya dia hanya amatir yang belajar lewat tutorial internet.

Jadi, jika punya ide produk, tidak ada alasan untuk duduk sambil menatap langit kosong, menunggu uang jatuh dari langit tersebut. Jika dapat mempelajari kode sekarnag juga, tidak hanya dapat mewujudkan produk, tetapi juga mengetahui kode sumber dari perangkat lunak dari dalam ke luar. HIngga akhirnya mengerti sebenarnya para hacker yang kesohor itu melakukan yang sejatinya sangat simpel, tidak memusingkan bagai merumuskan arsitektur suatu jembatan seperti seorang insinyur.

Jika sudah mengerti, maka pertanyaannya kapan Anda mulai belajar coding? Anda bisa memulainya dengan mempelajari beberapa bahasa pemrograman. Seperti PHP, Java, Python, CSS dan HTML, dan sejenisnya.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!